Peran mahasiswa dalam menyukseskan SDGS
Mahasiswa sebagai Penghubung antara Pemerintah dan Rakyat dalam menyukseskan SDG's
SDGs
atau Suistanable Development Goals merupakan kesepakatan dari berbagai
negara dalam membentuk program yang bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan,
mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan di dunia. Dari program ini
terbentuklah 17 tujuan dengan 169 target dan sekitar 300 indikator. Dengan
terbentuknya SDGs merupakan jawaban yang sedang direalisasikan atas
permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh dunia demi keberlangsungan hidup
manusia dan bumi.
Tak
bisa kita pungkiri bahwa di era globalisasi ini perkembangan teknologi dan
informasi yang pesat memberikan kita berbagai pengaruh positif dan negatif dan
dampak yang cukup signifikan secara global. Kemudahan yang ditawarkan teknologi
ini sangat membantu manusia, salah satunya mudahnya menjalin komunikasi dalam
jarak yang cukup jauh. Namun secara perlahan adanya pengikisan jiwa sosial dan
rasa peduli terhadap sesama, hal ini dapat kita temukan di sekitar kita
contohnya adalah banyak seseorang yang lebih senang bercengkerama dengan
telepon genggam daripada dengan teman-temannya sendiri. Hal ini terbukti bahwa
kecanggihan teknologi membuat manusia cenderung menjadi lebih individualis
serta lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada golongan. Sifat ini
merupakan salah satu akar penyebab dari rusaknya ekosistem dan lingkungan.
Dengan
direalisasikannya Suistainable Development Goals (SDGs) diharapkan
masing-masing negara dapat bekerja sama dengan memiliki kesatuan fokus dan
tujuan dalam menanggapi isu atau tantangan global dalam keberlangsungan hidup
manusia dan kelestarian bumi itu sendiri. Lantas apa peran mahasiswa sebagai generasi
penerus bangsa?. Hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam membantu
pemerintah mencapai tujuan SDGs adalah dengan menjadi bagian dari perubahan itu
sendiri. Mahasiswa sebagai harapan bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk
terus berkontribusi memberikan solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi.
Kontribusi itu sendiri dapat dimulai dengan berfokus mengasah kemampuan hard
skill maupun soft skill yang ada di dalam diri.
Dengan adanya kemampuan yang
mumpuni, mahasiswa dapat menjadi bagian dari perubahan melalui inovasi dan
kreatifitas yang dimiliki oleh kaum muda. Banyak sekali tokoh yang bisa kita
jadikan contoh untuk mahasiswa dalam memberikan perubahan yang besar,
diantaranya adalah Achmad Zaky, sebagai pendiri Bukalapak yang setelah menyelesaikan
pendidikannya di ITB di usia 24 tahun. Usaha yang ia lakukan adalah dengan
memajukan UMKM melalui internet tren perdagangan di Indonesia mulai bergeser
dari tradisional menjadi lebih modern yakni berbasis internet. Inovasi yang
diberikan olehnya memberikan dampak yang besar bagi perekonomian Indonesia.
Platform
yang tersedia bagi setiap wirausahawan untuk mengembangkan usahanya
memungkinkan tersedianya berbagai lapangan pekerjaan yang baru untuk
orang-orang di sekitarnya. Itu merupakan salah satu dari berbagai inovasi yang
dapat diambil dan dijadikan motivasi untuk menjawab pertanyaan bagaimana
mahasiswa ataupun kaum muda memberikan dampak yang besar untuk negeri ini.
Dapat kita lihat bahwa pendidikan merupakan salah satu kunci penting bagi suatu
negara dalam memerangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan, menciptakan lapangan
pekerjaan dan tujuan lainnya yang tertera pada SDGs serta mahasiswa sebagai
bagian dari masyarakat yang mengenyam proses pendidikan.
Mahasiswa
juga berperan sebagai pioneer of change, yakni sebagai kaum intelektual
yang dapat mengambil inisiatif dalam melakukan gerakan perubahan lebih awal.
Pemerintah tentunya berperan penting dalam tercapainya 17 tujuan SDGs namun
rumitnya birokrasi dan sistem yang harus dilalui merupakan kendala yang dialami
oleh pemerintah untuk memulai langkah-langkah perubahan. Mahasiswa sebagai
pihak yang berada di luar birokrasi tersebut tentu memiliki keleluasaan sebagai
pelopor perubahan dalam mengubahnya menjadi suatu aksi nyata yang aplikatif.
Ruang gerak yang luas ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dalam menyuarakan
kepada masyarakat bahwa pemerintah membutuhkan dukungan dan kerja sama dari
berbagai kalangan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan dan
ekosistem yang ada di dalamnya, termasuk manusia.
Kedekatan
yang terjadi antara mahasiswa dan masyarakat adalah suatu prestasi tersendiri
dalam mempengaruhi dan mengajak masyarakat untuk mulai peduli akan ekosistem
dan lingkungan yang ada di sekitarnya. Mahasiswa dapat menjadi contoh dan
teladan kepada masyarakat serta mengajaknya untuk berperan aktif mengambil
bagian sederhana dalam menjaga lingkungan dengan berbagai kegiatan sosialisasi
atau gerakan peduli lingkungan yang diselenggarakan di lingkungan sekitar.
Untuk berbagai kegiatan lain yang memerlukan biaya yang cukup besar mahasiswa
dapat melakukan kerja sama dengan perusahaan swasta untuk mendukung berbagai
kegiatan sosial dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibilities yang
disediakan oleh perusahaan itu. Peran aktif mahasiswa disini adalah dengan
merangkul pihak swasta dan masyarakat dari berbagai kalangan merupakan langkah
awal terciptanya suatu keharmonian dalam kehidupan bernegara dalam mencapai
tujuan bersama.
Peran
mahasiswa juga sebagai government and social control dalam mendukung
tercapainya SDGs dengan menjadi pengawas bagi pemerintah dan lingkungan sosial.
Mahasiswa mengawasi pihak pemerintah dengan mengawal kebijakan dan langkah yang
dilakukan oleh pemerintah dalam menjalankan tugasnya. Lalu peran mahasiswa
dalam pengendali lingkungan sosial adalah dengan menjadi jembatan penghubung
dalam menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah agar memungkinkan
tercapainya kerja sama dan keselarasan antara pihak pemerintah dan masyarakat
dalam menjawab permasalahan yang dihadapi. Keselarasan ini dibutuhkan dalam
menciptakan sebuah gaya hidup yang peduli terhadap sesama, keadaan alam dan
ekosistem yang hidup di dalamnya.
Pemerintah
menyadari bahwa dukungan sangat dibutuhkan dalam memenuhi pencapaian tujuan
SDGs, maka dari itu peran penting mahasiswa adalah aktif dalam menyuarakan dan
menyatukan berbagai pihak. Hal ini akan membentuk suatu kemitraan yang terdiri
atas pihak pemerintah, perusahaan swasta, dan masyarakat dengan menyadari
masing-masing perannya yang saling mendukung dan melengkapi.
Kemitraan
ini akan sangat memudahkan suatu negara dalam membangun kota dan komunitas
berkelanjutan yang hidup sejahtera dan sehat di dalam keadilan dan perdamaian.
Mengingat pentingnya peranan mahasiswa dalam tercapainya tujuan SDGs tentulah
pemerintah membutuhkan mahasiswa untuk ikut andil dalam terciptanya cita-cita
bangsa dalam menyejahterakan rakyat. Inovasi-inovasi yang ada pada mahasiswa
juga akan sangat membantu dalam menjawab berbagai persoalan yang ada di dalam
negeri ini.
Komentar
Posting Komentar